Tidak pernah terbayangkan sebelumnya dalam hidup saya bahwa saya akan menulis surat kepada anda, sahabat saya yang kini berada di dalam penjara. Sejujurnya, saya bingung harus menulis apa kepada Anda. Kebingungannya bukan tentang keyakinan saya, tapi lebih kepada perasaan pribadi saya sebagai teman yang tanpa sengaja telah menyebabkan Anda berada di tempat itu. Saya masih mempertanyakan apakah keputusan yang saya ambil adalah benar atau tidak. Yang lebih menakutkan bagi saya adalah ketakutan bahwa Anda mungkin tidak akan pernah memaafkan apa yang telah saya lakukan demi keadilan.
Kita berdua datang
dari dunia yang sangat berbeda. Saya tahu, Anda dan saya tidak berasal dari
latar belakang yang sama, namun pertemuan kita terjalin dalam kegelapan dunia
yang penuh tantangan. Saya berusaha mengajak Anda keluar dari dunia tersebut,
dan dalam prosesnya, kita belajar dari satu sama lain. Anda mengajarkan saya
tentang dunia yang kelam, dan saya, dengan pertolongan Tuhan, berusaha
menunjukkan kepada Anda dunia yang penuh cahaya.
Seiring berjalannya
waktu, saya menyaksikan bagaimana Tuhan mulai bekerja dalam hidup Anda. Anda
mulai terbuka untuk mendengar Firman Tuhan, dan itu merupakan berkat besar bagi
saya. Ketika Anda menghormati saya, saya tahu itu adalah penghormatan kepada
Allah dan Firman-Nya, bukan kepada saya pribadi. Saya bersyukur karena Anda
mulai membuka hati kepada Tuhan.
Namun, yang paling
mengejutkan bagi saya adalah kasih yang Anda tunjukkan kepada saya, sebuah
kasih yang seharusnya saya berikan kepada Anda. Sebelum saya sempat meminta
maaf atas apa yang telah terjadi, Anda malah lebih dulu meminta maaf kepada
saya atas tindakan yang membuat Anda berada di sini. Saya berdoa agar semua ini
merupakan bagian dari rencana Allah untuk mendekatkan Anda kepada-Nya.
Saya tahu sekarang
Anda sedang menghadapi pergumulan besar, tetapi percayalah bahwa ini adalah
bagian dari proses Allah dalam hidup Anda. Seperti yang dikatakan oleh Charles
H. Spurgeon, mungkin Anda merasa diterjang oleh ombak besar dalam hidup ini,
namun sejatinya ombak itu membawa Anda lebih dekat kepada batu karang yang
merupakan perlindungan kita, yaitu Kristus. Mungkin saat ini Anda merasa
terpenjara, tetapi izinkan saya bertanya, apakah saya justru tidak lebih
terpenjara daripada Anda? Saya bebas secara fisik, tetapi kebebasan itu sering
kali membuat saya terjerumus dalam dosa. Anda, di sisi lain, terbatas oleh
kondisi Anda, yang mungkin justru membantu Anda lebih mudah untuk mendekat kepada
Tuhan.
Saya cemburu dengan
waktu yang Anda miliki untuk lebih banyak berdoa dan membaca Alkitab, hal yang
sulit saya lakukan di luar sini. Gunakan waktu Anda di dalam penjara untuk
semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Tuhan tidak jauh dari Anda, Dia ada
bersama Anda di tempat anda. Dia rindu berbicara dengan Anda dan mendalamkan
hubungan dengan Anda. Anda lebih bebas daripada saya dalam hal ini.
Jika Anda merasa
kesepian atau terabaikan, ingatlah bahwa itu lebih baik daripada merasa
ditinggalkan oleh Tuhan. Tuhan tidak pernah meninggalkan Anda. Saya berharap
Anda memanfaatkan waktu ini untuk bertobat dan mempercayai Tuhan sepenuh hati.
Bertumbuhlah dalam kasih-Nya, taatilah kehendak-Nya, dan Anda akan menemukan
hidup yang lebih indah dari yang pernah Anda bayangkan.
Saya menunggu untuk
mendengar bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup Anda. Bersabarlah dalam
kesusahan, dan percayalah bahwa Tuhan tidak akan pernah mengecewakan Anda. Di
bawah ini saya sertakan beberapa ayat Alkitab yang dapat Anda renungkan:
1.
Roma 3:23-24
"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan
Allah, dan oleh kasih karunia-Nya mereka dibenarkan tanpa bayaran oleh karena
penebusan Kristus Yesus."
2.
Mazmur 103:12
“Sejauh mana timur dari barat, demikianlah dijauhkannya dari pada kita
pelanggaran-pelanggaran kita.”
3.
1 Yohanes 1:9
“Jika kita mengakui dosa kita, maka Allah adalah setia dan adil, sehingga Ia
akan mengampuni dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”
4.
Efesus 1:7
“Dalam Dia kita beroleh penebusan oleh darah-Nya dan pengampunan dosa, sesuai
dengan kekayaan kasih karunia-Nya.”
5.
Lukas 15:7
“Sebab Aku berkata kepadamu: Demikianlah ada sukacita di hadapan
malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”
6.
Kolose 3:13
“Dan jika ada sesuatu yang saling bersungguh hati untuk menuntut, maka
hendaklah kamu saling mengampuni, sebagaimana Kristus telah mengampuni kamu.”
7.
Yohanes 3:16
“Sebab begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan
Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak
binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
8.
Kisah Para Rasul 3:19
“Karena itu, bertobatlah dan berbaliklah, supaya dosa-dosamu dihapuskan.”
9.
Mazmur 86:5
“Sebab Engkau, Tuhan, baik dan siap mengampuni, besar kasih setia kepada semua
orang yang berseru kepada-Mu.”
10. Yesaya
1:18
“Datanglah, marilah kita berunding, firman TUHAN: Sungguh, walaupun dosamu
merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; walaupun merah seperti
kain kirmizi, akan menjadi putih seperti kapas.”
Semoga surat ini
menjadi penguat dan penghibur bagi Anda. Saya berdoa agar Anda selalu merasakan
kasih Tuhan di tengah kesulitan ini.
Dengan kasih,
Macelino Runtunuwu.
0 Komentar